CONTOH KONSULTASI PEKERJAAN

Posted: 03/01/2013 in Uncategorized

TUGAS SISTEM  INFORMASI PSIKOLOGI

Sinta Dewi Oktaviani

13509396

4PA06

Jenis Pekerjaan Apa Yang Sesuai Dengan Kepribadian Saya

Saya pernah mengikuti test MBTI secara online dan hasilnya adalah saya Introvert, sensorik, pemikir dan penilai, dari hasil tersebut pekerjaan apakah yang sesuai dengan hasil tersebut. Agar diketahui, saya sangat tersiksa dengan pekerjaan yang saya jalani karena saya merasa tidak bergairah meski saya mengerjakannya dengan baik dan selalu ingin keluar dari sana.

Terima kasih untuk jawabannya

Bonafita

Dear Sdr/Bonafita,

Kami sangat menyarankan Anda untuk mendiskusikan hasil tersebut lebih lanjut. Untuk tipe introvert, kata kuncinya ada pada aktivitas mental daripada fisik. Untuk itu, coba cermati pekerjaan Anda saat ini, apakah telah cukup memenuhi kebutuhan mental/berpikir dan menantang? Beberapa pekerjaan yang lebih menuntut aktivitas ini di antaranya: peneliti,penulis, konsultan, research & developing, dsb. Sebagai informasi tambahan, Anda bisa mencermati artikel berikut http://konsultankarir.com/daftar-profesi/,http://konsultankarir.com/2010/02/01/artikel/extrovert-dan-intovert-di-tempat-kerja/,. Semoga bermanfaat, terima kasih

Salam,

Tim Konsultankarir.com

http://konsultankarir.com/2012/05/21/konsultasi/sulit-mendapat-kerja/

KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT

Tipe kepribadian ekstrovert dan introvert masing-masing dibagi kedalam tujuh sub-aspek atau faktor (Eysenc & Wilson,1975; 35). Berikut ini adalah penjelasan mengenai ketujuh sub aspek  yang termasuk ke dalam tipe kepribadian ekstrovert-introvert.

a. Tipe Kepribadian Ekstrovert

1) Activity, yaitu menyukai segala bentuk aktivitas fisik termasuk  bekerja keras dan berolah raga, sering bangun pagi, bergerak cepat dari satu aktivitas ke aktivitas yang lainnya, serta  memiliki minat yang luas tentang berbagai hal.

2) Sociability,  yaitu membutuhkan kehadiran orang lain, menyukai pesta dan bersenang-senang, cepat akrab, merasa nyaman dalam situasi-situasi sosial.

3) Risk talking, yaitu menyukai hal-hal yang berbahaya, mencari kesenangan atau tantangan tanpa memikirkan akibat negative yang mungkin akan diterimanya.

4) Impulsiveness,  yaitu dalam bertindak tergesa-gesa, kurang pertimbangan, kurang berhati-hati dalam membuat keputusan, mudah berubah, dan sulit diduga tindakannya.

5) Expresiveness,  yaitu memperlihatkan emosi secara terbuka, baik emosi sedih, marah, takut, cinta atau benci, sentimental, mudah simpati, mudah berubah pendirian, lincah, dan bebas.

6) Practicality,  yaitu tertarik untuk mempraktekkan hal daripada menganalisisnya, cenderung kurang sabar terhadap hal-hal yang bersifat teoritik.

7) Irresponsibility,  yaitu kurang teliti, kurang memperhatikan aturan, kurang bisa menepati janji, tidak dapat diduga, dan kurang bertanggung jawab secara sosial.

b. Tipe Kepribadian Introvert

1) Inactivity,  yaitu kurang giat, cepat lelah, santai dalam beraktivitas, lebih menyukai situasi yang tenang dan senang bermalas-malasan.

2) Unsociability,  yaitu lebih suka memiliki sedikit teman, menyukai aktivitas individual seperti membaca, memiliki kesulitan untuk memulai pembicaraan dengan orang lain, cenderung menghindari kontak sosial.

3) Carefulness, yaitu lebih menyukai hal-hal yang familiar, aman dan tidak berbahaya, walaupun hal tersebut kurang membawa kebahagiaan.

4) Control, yaitu sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan, sistematik dan terarah, kehidupannya terencana, berpikir sebelum berbicara, dan mengamati sebelum melakukan sesuatu.

5) Inhibition,  yaitu sangat berhati-hati dalam memperlihatkan emosi, tenang, pandai menguasai diri, objektif, mengontrol ekspresi, pikiran dan perasaan.

6) Reflectiveness, yaitu tertarik akan ide-ide, abtraksi, pertanyaanpertanyaan filosofi, diskusi dan ilmu pengetahuan,  bersifat mawas diri dan bijaksana.

7) Responsibility,  yaitu teliti, dapat dipercaya, dapat diandalkan, serius dan sedikit kompulsif.  Kepribadian bukanlah merupakan sesuatu yang diturunkan begitu saja, namun dengan dasar adanya pengkondisian respon maka proses terbentuknya kepribadian berlangsung dalam diri individu.

5. Ciri-Ciri Kepribadian Ekstrovert-Introvert

Ekstrovert dan introvert digambarkan oleh Eysenck (dalam Aiken, 1993 : 86-87) sebagai berikut : Yang khas dari  ekstrovert  adalah mudah bergaul, suka pesta, mempunyai banyak teman, membutuhkan teman untuk bicara,  dan tidak suka membaca atau belajar sendirian, sangat  membutuhkan kegembiraan, mengambil tantangan, sering menentang bahaya, berperilaku tanpa berpikir terlebih dahulu, dan biasanya suka menurutkan kata hatinya, gemar akan guraugurauan, selalu siap menjawab, dan biasanya suka akan perubahan, riang, tidak banyak pertimbangan (easy going), optimis, serta suka tertawa dan gembira, lebih suka untuk tetap bergerak dalam melakukan aktivitas, cenderung menjadi agresif dan cepat hilang kemarahannya, semua perasaannya tidak disimpan dibawah kontrol, dan tidak selalu dapat dipercaya.

Eysenck (dalam Aiken, 1993 : 87) mengambarkan cirri khas dari introvert sebagai berikut :

Pendiam, pemalu, mawas diri, gemar membaca, suka menyendiri dan menjaga jarak kecuali dengan teman yang sudah akrab, cenderung merencanakan lebih dahulu – melihat dahulu – sebelum melangkah, dan curiga, tidak suka kegembiraan, menjalani kehidupan sehari-hari dengan keseriusan, dan menyukai gaya hidup yang teratur dengan baik, menjaga perasaannya secara tertutup, jarang berperilaku agresif, tidak menghilangkan kemarahannya, dapat dipercaya,

dalam beberapa hal pesimis, dan mempunyai nilai standar etika yang tinggi.

6. Karakteristik Kepribadian Ekstrovert-Introvert

Menurut Jung (dalam Lefrancus, 1979 : 421) terdapat dua dimensi utama kepribadian, yaitu ekstrovert dan introvert. Ekstrovertditandai dengan mudah bergaul, terbuka, dan mudah mengadakan hubungan dengan orang lain. Introvert ditandai dengan sukar bergaul, tertutup, dan sukar mengadakan hubungan dengan orang lain.

Dikemukakan oleh Eysenck (dalam Fransella, 1981 : 84) karakteristik  ekstroversi  ditandai oleh sosiabilitas, bersahabat, aktif berbicara, impulsif, menyenangkan, aktif dan spontan, sedangkan  introversi ditandai dengan hal-hal kebalikannya. Lebih jelasnya lagi Eysenck (1980: 9) menjabarkan komponen  ekstrovert adalah kurangnya tanggung jawab, kurangnya refleksi, pernyataan perasaan, penurutan kata hati, pengambilan resiko, kemampuan  sosial, dan aktivitas.

http://repository.upi.edu/operator/upload/s_psi_0704235_chapter2.pdf

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s